Program Studi

Visi, misi, tujuan dan sasaran Prodi

Visi:

Menjadi program studi pendidikan dan pengembangan Pastoral Konseling yang berdiakonia di tengah-tengah Gereja dan masyarakat.

Visi Keilmuan Prodi
Menjadi program studi pastoral konseling yang berdiakonia untuk menghasilkan Diakones/pekerja sosial gereja dan konselor.

Misi:

  1. Menyelenggarakan pendidikan pastoral konselingyang berdiakonia, menghasilkan tenaga intelektual yang peduli dan penuh kasih, beriman, kreatif, memiliki kemampuan akademik dan mampu bekerja dalam lingkungan gereja dan masyarakat
  2. Melaksanakan penelitian dan menganalisa berbagai kasus sosial melalui ilmu Pastoral Konseling di dalam gereja dan masyarakat.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka menerapkan ilmu Pastoral Konseling dan keahliannya di tengah-tengah Gereja dan masyarakat

Tujuan:

  • Menghasilkan konselor yang berdiakonia dan memiliki kualifikasi S1 Pastoral Konseling.
  • Menghasilkan sarjana yang mampu berpikir kritis, kreatif dan positif dalam menganalisa dan menangani masalah-masalah sosial melalui ilmu Pastoral Konseling.
  • Mendukung program pemerintah dalam menangani berbagai masalah sosial sebagai pengabdian bagi bangsa dan negara dalam bidang Pastoral Konseling

 

Sasaran:

  • Tersedianya konselor yang berdiakonia dan profesional dalam memahami kasus-kasus sosial.
  • Tersedianya sarjana yang mampu berpikir kritis, kreatif dan positif dalam menganalisa dan menangani masalah-masalah sosial
  • melalui ilmu Pastoral Konseling.
  • Terlaksananya program pemerintah dalam menangani berbagai masalah sosial sebagai pengabdian bagi bangsa dan negara dalam bidang Pastoral Konseling.

 

Sistem Pendidikan

Pendidikan diselenggarakan berdasarkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai dengan ketentuan Sekolah Tinggi Diakones HKBP yang diselaraskan dengan peraturan/ketentuan pemerintah yang berlaku. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan. Dengan pengertian ini, mahasiswa menyelesaikan program satu jenjang lengkap yang dibagi-bagi kedalam program semesteran.

 

Satu semester setara dengan 16 (enam belas) minggu kerja termasuk evaluasi tengah semester dan akhir semester. Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan program pendidikan yang dinyatakan dalam satu kredit. Satuan kredit Semester disingkat SKS, yaitu takaran atau bobot atau harga terhadap pengalaman belajar yang diperoleh dalam mata kuliah tertentu selama satu semester. Mata kuliah yang berbobot atau berharga satu SKS dalam satu minggu selama satu semester terdapat kegiatan-kegiatan belajar sebagai berikut:

  • 50 menit kegiatan belajar tatap muka
  • 60 menit kegiatan belajar terstruktur yaitu kegiatan belajar yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya dalam bentuk mengerjakan tugas-tugas.
  • 60 menit kegiatan belajar mandiri, yaitu kegiatan belajar yang harus dilakukan sendiri oleh mahasiswa untuk mendalami bahan kuliah, misalnya mempersiapkan catatan kuliah, diskusi, membaca buku sumber dan lain-lain.

Dalam sistem penyelenggaraan pendidikan: deskripsi, kompetensi, metode dan kegiatan pembelajaran serta alokasi waktu untuk setiap mata kuliah ditetapkan oleh keputusan rapat dewan dosen Sekolah Tinggi Diakones HKBP sebelum pembukaan perkuliahan tiap Tahun Akademik. Beberapa metode pembelajaran dalam mencapai tujuan dilakukan melalui :ceramah, seminar, bimbingan, diskusi, presentasi, konsultasi, observasi, tanya jawab,  eksposur dan praktik lapangan. Dalam menekuni tugas akademik tiap mata kuliah, mahasiswa bebas menggunakan perpustakaan, komputer, akses internet, dan laboratorium bahasa. Untuk mempertajam sensitivitas dan ketanggapan sosial, maka mahasiswa wajib mengikuti seminar yang relevan dengan mata kuliah bersangkutan dan masalah-masalah global baik yang disampaikan oleh fasilitator dari dalam maupun luar negeri.

 

Kurikulum

Sekolah Tinggi Diakones HKBP mengadopsi penyebaran mata kuliah yang mengacu pada ketentuan Kemenag RI tentang pelaksanaan pendidikan pada tingkat Perguruan Tinggi. Untuk kurikulum Sekolah Tinggi Diakones HKBP dirancang berdasarkan pada kebutuhan pelayanan gereja dan masyarakat dan dipadukan dengan kurikulum inti S-1 Prodi Pastoral sesuai dengan ketentuan Kemenag RI.

 Suasana Akademik

STD HKBP menciptakan suasana akademik yang kondusif dengan memberikan kebebasan kepada sivitas akademika untuk berkreativitas, bereksplorasi dalam menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan akademik di bidang teologi, sosial dan kesehatan secara bertanggungjawab dan mandiri. Suana akademik yang kondusif terwujud dalam Tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, Sekolah Tinggi Diakones HKBP juga menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung terciptanya suasana akademik yang kondusif. Berbagai kegiatan seminar, ceramah ilmiah, kuliah umum, lokakarya, penelitian, eksposur, observasi, pengabdian masyarakat juga diprogramkan untuk mengoptimalkan hal ini.

Jadwal kuliah

Berikut ini adalah jadwal perkuliahan Sekolah Tinggi Diakones HKBP tahun ajaran 2016/2017 genap.